Verifikasi Paypal Tanpa Credit Card

Cara Instan Untuk Verifikasi PayPal !

Thursday

Widgets

Macam-macam Delik


Selain postingan yang admin posting di halaman blog ini, berikut beberapa link acuan untuk materi-materi perkuliahan tentang Hukum, dan beberapa referensi blog/website Dinamika Hukum Di Indonesia saat ini :

1. Blog Seputar Hukum & Peradilan : http://adf.ly/JhUXL
2. Yusril Ihza Mahendra                   : http://adf.ly/JhV03
3. Hukum Online                              : http://adf.ly/JhVlL
4. Hukum Internasional                     : http://adf.ly/JhWAq
5. Hukum Pidana                              : http://adf.ly/JhWXd
6. Blog Seputar Hukum & Peradilan  : http://adf.ly/JhWrl
7. Blog  Abdul Aziz                           : http://adf.ly/JhYA3

macam-macam delik (H.A.Abu Ayyub Saleh,t.t:4) adalah:
1. Delik kejahatan adalah rumusan delik yang biasanya disebut delik hukuman, ancaman hukumannya lebih berat;
2. Delik pelanggaran adalah biasanya disebut delik Undang-Undang yang ancaman hukumannya memberii alternative bagi setiap pelanggarnya;
3. Delik formil yaitu delik yang selesai, jika perbuatan yang dirumuskan dalam peraturan pidana itu telah dilakukan tanpa melihat akibatnya.
Contoh: Delik pencurian Pasal 362 KUHP, dalam Pasal ini yang dilarang itu selalu justru akibatnya yang menjadi tujuan si pembuat delik;
4. Delik materiil adalah jika yang dilarang itu selalu justru akibatnya yang menjadi tujuan si pembuat delik.
Contoh: Delik pembunuhan Pasal 338, Undang-undang hukum pidana, tidak menjelaskan bagaimana cara melakukan pembunuhan, tetapi yang disyaratkan adalah akibatnya yakni adanya orang mati terbunuh, sebagai tujuan si pembuat/pelaku delik;
5. Delik umum adalah suatu delik yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan diberlakukan secara umum.
Contoh: Penerapan delik kejahatan dalam buku II KUHP misalnya delik pembunuhan Pasal 338 KUHP;
6. Delik khusus atau tindak pidana khusus hanya dapat dilakukan oleh orang tertentu dalam kualitas tertentu dalam kualitas tertentu, misalnya tindak pidana korupsi, ekonomi, subversi dan lain-lain;
7. Delik biasa adalah terjadinya suatu perbuatan yang tidak perlu ada pengaduan, tetapi justru laporan atau karena kewajiban aparat negara untuk melakukan tindakan;
8. Delik dolus adalah suatu delik yang dirumuskan dilakukan dengan sengaja, contoh Pasal-pasal pembunuhan, penganiayaan dan lain-lain;
9. Delik kulpa yakni perbuatan tersebut dilakukan karena kelalaiannya, kealpaannya atau kurang hati-hatinya atau karena salahnya seseorang yang mengakibatkan orang lain menjadi korban.

Contoh:
- Seorang sopir yang menabrak pejalan kaki, karena kurang hati-hati menjalankan kendaraannya;
- Seorang buruh yang membuang karung beras dari atas mobil, tiba-tiba jatuh terkena orang lain yang sementara berjalan kaki;
10. Delik berkualifikasi adalah penerapan delik yang diperberat karena suatu keadaan tertentu yang menyertai perbuatan itu.


Contoh: Pasal 363 KUHP, pencurian yang dilakukan pada waktu malam, atau mencuri hewan atau dilakukan pada saat terjadi bencana alam dan lain-lain, keadaan yang menyertainya itulah yang memberiatkan sebagai delik pencurian yang berkualifikasi;
11. Delik sederhana adalah suatu delik yang berbentuk biasa tanpa unsur dan keadaan yang memberiatkan.


Contoh: Pasal 362 KUHP, delik pencurian biasa;
12. Delik berdiri sendiri (Zelfstanding Delict) adalah terjadinya delik hanya satu perbuatan saja tanpa ada kelanjutan perbuatan tersebut dan tidak ada perbuatan lain lagi.


Contoh: Seseorang masuk dalam rumah langsung membunuh, tidak mencuri dan memperkosa;
13. Delik berlanjut (Voortgezettelijke Handeling) adalah suatu perbuatan yang dilakukan secara berlanjut, sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan yang dilanjutkan;
14. Delik komisionis adalah delik yang karena rumusan Undang-undang bersifat larangan untuk dilakukan.
Contoh: Perbuatan mencuri, yang dilarang adalah mencuri atau mengambil barang orang lain secara tidak sah diatur dalam Pasal 362 KUHP;
15.Delik omisionis adalah delik yang mengetahui ada komplotan jahat tetapi orang itu tidak melaporkan kepada yang berwajib, maka dikenakan Pasal 164 KUHP, jadi sama dengan mengabaikan suatu keharusan;
16. Delik aduan adalah delik yang dapat dilakukan penuntutan delik sebagai syarat penyidikan dan penuntutan apabila ada pengaduan dari pihak yang dirugikan/korban.


Contoh: Pencurian Keluarga Pasal 367 KUHP;
Delik Penghinaan Pasal 310 KUHP;
Delik Perzinahan Pasal 284 KUHP.


SHARE THIS POST   

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati

7 comments:

  1. saya bekti, salam kenal. saya mau nanya, ciri-ciri delik aduan dan biasa apa ya???

    ReplyDelete
  2. Kalau menurut saya, ciri-ciri delik aduan adalah suatu delik yang syarat utamanya adanya laporan dari pihak korban. pihak kepolisian tidak dapat melakukan pengusutan, tanpa adanya laporan dari pihak korban itu sendiri... Ciri-ciri lain menurut saya adalah tidak terganggunya kepentingan umum, dan delik aduan biasanya menyangkut masalah kesusilaan, dan menyangkut masalah nama baik keluarga (contoh pencurian dalam keluarga).

    sedangkan delik biasa ciri-cirinya adalah telah memenuhi semua unsur tindak pidana yang telah di atur oleh KUHP, dan tidak ada alasan pembenar dan pemaaf.

    Maaf kalau salah... :)

    ReplyDelete
  3. Artikel yang menarik..
    Salam dari sahabat di Jogja...^_^

    Universitas Islam Indonesia
    http://uii.ac.id/

    ReplyDelete
  4. salam. saya iskandar.
    saya ada tugas dari dosen. d suruh sebutkan 35 jenis-jenis delik.
    kira-kira ada solusi ngak ya...
    .....trim.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kawan, sy mahasiswa dr makassar. apa kasus laka lantas yg mengakibatkan korban materil sj tanpa ada yg luka harus di tahan? Apa hukumny? Dan pihak penabrak sudh ada itikad baik untuk mmbawa k bengkel yg di tunjuk walapn biayany hnya stengh dr ongkos! Akan tetapi pihak lawan ingin mmbawany ke benggkel toyota ternama di makassar?? Bgmna hukumnya pak?
      Mohon penjelasan dan solusiny kawan.

      Delete
  5. Salam kawan, sy mahasiswa dr makassar. apa kasus laka lantas yg mengakibatkan korban materil sj tanpa ada yg luka harus di tahan? Apa hukumny? Dan pihak penabrak sudh ada itikad baik untuk mmbawa k bengkel yg di tunjuk walapn biayany hnya stengh dr ongkos! Akan tetapi pihak lawan ingin mmbawany ke benggkel toyota ternama di makassar?? Bgmna hukumnya pak?
    Mohon penjelasan dan saranny kawan.

    ReplyDelete
  6. @Iskandar: Silahkan buka KUHPidana, dan Undang-undang khusus lainnya seperti pencucian uang, KDRT dll,

    @Anonymous: Coba dibaca uu. nomor 22 tahun 2009 ketentuan pidananya dan ditambah keyakinan penyidik, dengan minimal 2 alat bukti yang cukup dan keyakinan penyidik untuk dapat melakukan penahanan.

    wassalam

    ReplyDelete